Bunda berjanji akan muncul kepadaku pada pukul tengah malam tanggal 27 bersama Putra-Nya Yesus, karena itu adalah hari ulang tahunku. Kami berdoa menantikan kedatangan-Nya dan segera Ia datang dengan Anak Jesus di pelukan-Nya. Perawan tersebut terlihat cantik, wajah-Nya bersinar. Anak Jesus seluruhnya dibalut cahaya dan dilapisi kain-kain yang indah. Bunda mengucapkan selamat kepada saya dan berbicara tentang hidupku. Ia mendesak saya untuk menyampaikan pesan-pesan-Nya ke semua orang dan bahwa Ia akan memberkati semua orang yang hadir. Ia terus meminta doa-doa kita dan agar seluruh manusia bertobat.
Kemudian Bunda memintaku untuk mengucapkan aktus kontripsi. Segera setelah itu, Dia meletakkan Anak Jesus di pelukanku supaya saya dapat memegang-Nya dan menempatkannya sangat dekat dengan hatiku. Saya sangat bahagia, atau lebih tepatnya, tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskan apa yang dirasakan saat itu. Itu sesuatu yang luar biasa: Yesus sekarang di pelukanku! Dia tersenyum, bersenyum banyak kepadaku, memegang dalam tangannya kecil sesuatu yang sangat berkilau yang saya tidak dapat mengenali apakah itu. Setelah saya mengucapkan banyak kata-kata cinta dan kasih sayang kepada Jesus, dia langsung masuk seperti cahaya terang di dalam hatiku, meninggalkan Damai Besar dan Kasih Sayang di seluruh keberadaanku. Saya memandangi Bunda yang tersenyum sangat bahagia. Bunda dengan baik hati berkata kepadaku:
Hari ini, pada saat ini, Anda menerima Putra-Ku Yesus Kristus di dalam hatimu dengan cara seperti itu, tetapi pagi hari, ketika Anda pergi ke Misa Suci, Anda akan menerima-Nya di dalam hatimu dalam spesies suci Roti dan Anggur, yang berubah menjadi Tubuh dan Darah-Nya dalam Eukaristik Yang Mahasudut.