Bunda datang dengan Hati-Nya terbuka. Dia berkata: "Kamu sedang mengalami hari-hari manis-pahit sebelum Anakku kembali. Tidak pernah sebelumnya jurang antara Surga dan bumi menjadi begitu lebar. Tidak pernah sebelumnya hati manusia terkorup oleh dosa dengan cara yang demikian. Tetapi, saat hari-hari terakhir ini berlangsung dan tirai antara Surga dan bumi dinaikkan, kamu akan merasakan Kasih dan Kebaikan Allah dalam caranya yang tak terbatas."
"Jangan heran ketika Aku berkata kemenanganku akan datang sebagai triumf kasih. Karena kemenanganku akan menyatukan setiap hati kepada Kasih dan Kebaikan Ilahi dalam Cinta Suci. Di Yerusalem Baru tidak lagi ada rintangan untuk cinta. Kebaikan Allah akan dipercayakan pada setiap hati dengan penuhnya. Segala kejahatan akan dibakar melalui Api Cintaku. Sebarlah Api Cinta Suci ini ke mana pun kamu pergi, malaikatku. Karena sebelum hari-hari terakhir yang paling penting ini, itu adalah satu-satunya cara manusia untuk mencapai rekonsiliasi dengan Allah."
"Aku datang kepada kamu sebagai seorang Ibu yang mencintaimu dan memahami segala kelemahanmu. Karena kelemahanmu Aku datang. Ketika kamu paling lemah, Api Hati-Ku akan mengangkatmu dan mendukungmu. Tetap dekat dengan Aku seperti Aku dekat denganmu. Aku memberkatikamu."